Artikel Kesehatan : Lebih Sehat dengan Mengukus Makanan

Jenis makanan seperti daging dan ikan pun dapat dikukus.

Siapa yang tak suka ikan bakar atau daging panggang? Rasa gurih dipadu dengan saus yang manis ditambah sambal yang pas tingkat kepedasannya membuat kita menelan ludah. Namun, makanan yang diolah seperti ini, kita semua tahu, sebenarnya kurang memberikan manfaat bagi kesehatan. Kecuali, tentunya, urusan kenyamanan di lidah. Mengukus makanan lebih disarankan. Mengapa demikian?

Sayuran yang dikukus menggunakan alat pengukus makanan dapat mempertahankan kandungan flavanol (konsentrat alami dari tumbuhan yang dapat berfungsi sebagai antioksidan) dan vitamin. Jadi, daripada Anda mengonsumsi sayuran mentah, seperti lalapan, memasak dengan cara mengukusnya jauh lebih baik.

Selain sayuran, bahan makanan yang juga baik dimasak dengan cara dikukus adalah ikan. Ikan kukus akan mempertahankan cita rasa dan kandungan gizi seperti asam lemak Omega-3 yang ditemukan dalam semua makanan laut. Dengan mengukus, daging ikan tidak akan hancur selama proses memasak dalam food steamer. Bandingkan jika Anda merebus, memanggang, menumis, atau memanaskan ikan dengan cara lain. Ikan akan kehilangan gizinya.

Dengan mengukus makanan menjadi bebas lemak, dan menjadi lebih sedap. Tentu, kita yang terbiasa menggoreng atau membakar ikan akan sulit menikmati ikan kukusan pada awalnya. Namun hal ini merupakan perubahan yang sederhana dari kebiasaan atau pola makan kita yang kurang sehat.

Melindungi vitamin dan mineral
Tak hanya sayuran dan lauk-pauk, jenis karbohidrat seperti beras merah sebaiknya juga dimasak dalam food steamer karena ini satu-satunya metode memasak yang menjamin penyimpanan vitamin B1 yang kaya akan vitamin dan garam mineral. Pengukus makanan akan meminimalisasi risiko kehilangan vitamin penting dan gizi. Sedangkan membakar makanan akan menghancurkan sebagian besar keuntungan dari sisi kesehatan.

Makanan yang dikukus hanya akan mengurangi asam folat sebanyak 15%. Bandingkan dengan merebus yang akan mengurangi asam folat hingga 35%. Kandungan vitamin C pada makanan kukusan juga hanya berkurang 15%, sedangkan merebus akan menghilangkan vitamin C sebanyak 25%.

Anda juga tak perlu mengkhawatirkan hal-hal lain seperti rasa yang akan tercampur jika mengukus dua atau lebih jenis sayuran dalam pengukus makanan yang sama. Kecuali Anda terlalu lama mengukus, makanan tidak akan hancur. Mengukus juga lebih praktis karena Anda tak perlu menyaring makanan. Makanan pun lebih cepat matang.

Jenis makanan yang bisa dikukus:
1. Sayuran seperti wortel, kentang, parsnip (semacam wortel), buncis, dan lain sebagainya. Sayuran hijau biasanya akan sedikit berubah warnanya. Kentang yang dikukus bersama dengan kulitnya juga lebih mudah dikupas.
2. Kebanyakan ikan dapat dikukus seluruhnya, atau dibuat fillet lebih dulu. Bumbui ikan dengan ringan, lalu tetesi dengan lemon untuk menghilangkan amis.
3. Potongan daging sapi atau unggas dapat dikukus karena merebus dan memasaknya butuh waktu yang sama. Merebus daging memang sehat, namun cenderung mengurangi cita rasa. Tak heran kadang-kadang Anda butuh saus untuk membuatnya lebih sedap.
4. Dimsum, atau dumpling (semacam siomay atau bakpao) tentu juga perlu dimasak dengan cara dikukus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: