Nyeri Tungkai Akibat Asam Urat

Seorang bapak berusia 48 tahun sering mengeluh nyeri pada kakinya sejak 3 tahun terakhir ini. Nyerinya hilang timbul. Bila ia minum obat atau jamu rematik, nyerinya hilang. Namun, setelah 1-2 bulan, kumat lagi.

Sejak sebulan terakhir, ia mengeluh nyeri dan bengkak pada pangkal jempol kaki. Terasa nyeri hebat, terutama malam hari dan bila jalan pagi. Mula-mula di kaki kiri, lalu nyeri dan bengkak di jempol kanan. Keluhan ini mulai terasa sehabis pesta keluarga. Saat itu ia banyak makan daging dan minum segelas bir.

Ia mencoba minum jamu rematik, tetapi hanya berkurang sedikit. Bahkan, sakitnya sekarang menjalar ke pergelangan kaki dan di bawah lutut. Hal ini membuat ia takut, sehingga akhirnya berobat ke dokter. Oleh dokter, ia dianjurkan memeriksakan diri ke laboratorium, ternyata asam uratnya tinggi (9mg%).

Ia dianjurkan beristirahat, tidak boleh olahraga selama 1 minggu, diberi obat antinyeri/antirematik dan colchicin. Ia disarankan mengurangi makan daging, sea food, jeroan, ragi-ragian, bayam, kembang kol, bir, serta menurunkan berat badan. Seinggu kemudian ia kembali ke dokter, keluhannya sudah sangat berkurang dan oleh dokter ditambahkan obat allopurinol untuk menurunkan asam uratnya.

Saat ini ia sudah mampu olahraga jalan pagi tanpa keluhan dan berat badannya sudah banyak berkurang. Ia sudah sadar untuk tidak kelebihan makan dan menjalani pola hidup sehat. Penyakit gout terutama menyerang persendian, biasanya dimulai pada satu sendi. Yang tersering ialah pangkal jempol kaki (sendi metatarsophalangeal). Kaki menjadi bengkak karena menumpuknya kristal asam urat dalam cairan sendi, sehingga membentuk benjolan yang disebut tophi.

Penyakit ini cenderung menahun dengan periode tanpa gejala dan periode kekambuhan mendadak (eksaserbasi akut). Nyerinya timbul mendadak terutama di malam hari atau ketika melakukan olahraga di pagi hari. Lebih sering terjadi pada orang gemuk sehabis makan banyak yang tinggi purin seperti daging, jeroan, ragi, atau minum bir.

Pada pemeriksaan laboratorium darah, penderita sering mengalami kenaikan kadar asam urat darah. Ini disebabkan overproduksi asam urat dan atau ekskresi asam urat melalui urin menurun. Hal ini bisa disebabkan faktor keturunan (genetik), tetapi bisa juga oleh penggunaan obat-obatan tertentu (thiazide, aspirin), penyakit ginjal kronis, multiple myeloma, psoriasis, dan hypothyroid.

Penyakit ini sering kambuh dan faktor pencetusnya sering tidak jelas. Mungkin faktor makanan tinggi purin, mungkin juga akibat adanya peradangan kronis dari organ lain. Perlu diingat, asam urat merupakan antioksidan terkuat yang diproduksi oleh tubuh manusia bila ada peradangan. Karena itu, bila rematik gout kambuh, jangan segera menurunkan asam urat dengan allopurinol. Ini dapat mengakibatkan nyerinya bertambah hebat.

Untuk mengobati rematik gout ini nyerinya dapat diatasi dengan obat analgesik antiinflamasi ditambah colchicin. Bila nyeri sudah mereda dan kadar asam urat tinggi dapat diberi allopurinol. Selanjutnya penting diupayakan pencegahan (prevention tips) berupa kurangi berat badan bila kegemukan, diet rendah purin, olahraga moderat, minum air yang cukup, obati bila ada peradangan dalam tubuh seperti karies gigi, sinusitis, radang tenggorok, gastritis, dan radang ginjal. Jagalah kadar trigliserida, kolesterol, dan asam urat tetap normal.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: